24 Feb 2026 | Pusdatin STAI Al Hidayah Tasikmalaya | Pusat Mutu | 106 x dilihat
TASIKMALAYA – Pasca pelantikan jajaran pengurus (Tasykil) Masa Jihad 2026–2030 pada 15 Februari 2026, Sekolah Tinggi Agama Islam (STAI) Al Hidayah Tasikmalaya langsung tancap gas menetapkan arah kebijakan institusi. Fokus utama dalam empat tahun ke depan adalah penguatan Sistem Penjaminan Mutu Internal (SPMI) guna mengakselerasi visi kampus menjadi perguruan tinggi yang Unggul, Islami, dan Tafaqquh Fid-dien.
Pusat Penjaminan Mutu (P2M) STAI Al Hidayah Tasikmalaya menegaskan bahwa tasykil baru ini membawa semangat transformasi digital dalam pengawasan mutu akademik. Ketua STAI Al Hidayah Tasikmalaya menyampaikan bahwa penjaminan mutu bukan sekadar pemenuhan administrasi akreditasi, melainkan urat nadi dalam menjaga kepercayaan masyarakat.
Untuk mencapai target tersebut, P2M STAI Al Hidayah Tasikmalaya telah merumuskan empat pilar strategis yang akan dijalankan oleh jajaran tasykil baru:
Penguatan Audit Mutu Internal (AMI): Melibatkan lebih banyak auditor internal bersertifikat untuk memastikan siklus PPEPP (Penetapan, Pelaksanaan, Evaluasi, Pengendalian, dan Peningkatan) berjalan di tingkat Prodi.
Peningkatan Kualifikasi SDM: Mendorong akselerasi dosen untuk meraih gelar Doktor (S3) serta peningkatan jabatan fungsional (Lektor hingga Guru Besar) sebagai indikator mutu akademik.
Digitalisasi Dokumen Mutu: Migrasi sistem pelaporan mutu manual menuju platform berbasis digital untuk transparansi dan efisiensi data akreditasi.
Internasionalisasi Mutu: Memulai langkah strategis melalui kolaborasi riset dan pengabdian masyarakat berskala internasional, sejalan dengan rencana Go International yang telah dicanangkan.